Berita

MEMAHAMI KEBUTUHAN BELAJAR AUTISM SPECTRUM DISORDER SLB AUTISMA YPPA PADANG

Di tulis oleh : Rini Yanty, S.Pd


slbautisma-yppapadang.sch.id - Autism Spektrum Disorder merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan karakteristik pada hambatan interaksi sosial, komunikasi dan perilaku yang berulang dan terbatas. Karakteristik hambatan dari yang ringan sampai kepada yang berat. Gangguan ini  dimulai 3 tahun pertama dalam kehidupannya dan akan terus berlanjut selama hidupnya bila tidak diintervensi. Autism ini bisa terjadi pada anak siapa saja, dimana saja tanpa memandang ras, etnis dan strata social manapun.
Pengalaman orang tua yang datang ke sekolah kami untuk berkonsultasi. Orang tua menceritakan bahwa tiba-tiba saja di usia perkembangan si anak mengalamai kemunduran baik dalam perkembangan interaksi, komunikasi maupun perilaku, dan semakin tertinggal dari perkembangan normal. Di awal perkembangan si anak memiliki kemampuan seperti perkembangan anak normal namun dengan bertambahnya usia, mereka menunjukkan perilaku seperti  suka menyusun benda-benda dengan sangat teratur dan rapi, kecendrungan menarik tangan orang dewasa jika membutuhkan sesuatu, tidak bereaksi ketika dipanggil berulang kali tetapi akan menoleh ke TV saat ada iklan dan ciri lainnya.
Orang tua dan keluarga kesulitan menghadapi si anak di rumah. Apalagi ketika anak tidak memahami apa yang orang lain katakan dan tidak mampu mengkomunikasikan apa yang ia inginkan. Mereka tidak mampu belajar dari apa yang orang lain lakukan. Si anak menjadi pembelajar yang pasif. Terkadang untuk mengisi waktu si anak,  orang tua menyekolahkan mereka ke taman kanak-kanak, tentu saja hal ini kurang/tidak memberi progress kepada ASD karena anak belajar tidak sesuai dengan kebutuhanya yang seharusnya mereka mendapatkan pelayanan di sekolah khusus.
Gangguan yang dialami ASD ini sangat berdampak kepada belajarnya. Tahap awal mereka harus belajar dengan sistem Individual. Satu guru dan satu anak dalam satu ruangan khusus hanya guru dan si anak serta bisa dibantu dengan guru pendamping. Orang tua dan guru harus memahami kebutuhan belajar anak Autism Spectrum Disorder agar mereka dapat ditangani dengan tepat. Berikut ini beberapa kebutuhan belajar anak dengan Autism Spektrum Disorder:
1. Membutuhkan kurikulum yang sangat lengkap dan terperinci untuk setiap aspek perkembangannya.
2. Kurikulum dimulai dari program basic, program intermediate dan advanced.
Kurikulum basic meliputi : latihan kontak mata, kepatuhan, imitasi, perintah sederhana, matching, bahasa reseptif dan dan bahasa ekspresif, kemampuan pre akademi, serta program kemandirian. Jika  sudah menguasai kurikulum awal dapat melanjutkan ke kurikulum menengah dan lanjut.
3. Membutuhkan pembelajaran yang bersifat visual seperti menyediakan kartu-kartu gambar yang menarik agar mereka memperhatikan material teaching yang ada di atas meja saat diberikan instruksi.
4. Menggunakan instruksi yang jelas dan singkat dan sangat diusahakan satu bahasa antara sekolah dan di rumah.
5. Membutuhkan pembelajaran yang sistematik, sangat terstruktur dan terukur serta program prerequisite/prasyarat.
6. Di awal pembelajaran membutuhkan lingkungan yang bebas dari distraksi dalam artian menghindari mereka dari hal-hal yang dapat memecah perhatiannya saat belajar.
7. Di awal belajar membutuhkan imbalan agar ASD cendrung mengulang respon positif dalam belajar.
8. Memerlukan generalisasi dari setiap program yang dikuasai. Baik generalisasi  orang, tempat maupun generalisasi instruksi agar mereka terbiasa dengan segala perubahan dan terhindar dari rutinitas.
9. Membutuhkan intensitas belajar yang banyak yaitu 40 jam harus terpenuhi dalam seminggu.
10. Memerlukan maintenance baik dilakukan oleh guru di sekolah maupun orang tua di rumah.
11. Memerlukan terapi wicara, sensori integrasi dan edukasi khusus lainnya dalam menangani ASD dengan gejala yang cukup berat serta dengan gangguan penyerta lainnya.
Memulai belajar untuk ASD memerlukan berbagai persiapan diantaranya persiapan orang tua, persiapan guru, persiapan material, persiapan metode, serta persiapan penanganan hari-hari pertama. Membangun komitmen dalam keluarga  tidak kalah pentingnya agar dalam proses belajarnya nanti tidak ada anggota keluarga yang bisa merusak pembelajaran. Selanjutnya sangat dibutuhkan kerjasama dengan sekolah agar tercapai tujuan pembelajaran diantaranya : Mengurangi berbagai kesulitan perilaku, memperoleh keterampilan dalam berkomunikasi serta dapat hidup mandiri. (*)


SK SATGAS COVID-19

SOP PROTOKOLER COVID-19

DAPODIKMEN

Video SLB Autisma YPPA Padang di Guru Keliling RRI

YPPA SUMBAR

Gedung Sekolah

Kontak

Alamat :

Jl. Garuda II Kel. Andalas

Telepon :

081267609887

Email :

slbautisma.yppapadang@gmail.com

Media Sosial :

Kepala Sekolah dan Majelis Guru

Layanan

Juli 2024

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31